Mendengar kata e-commerce jadi teringat dengan mata kuliah yang saya ambil pada beberapa term lalu tentang e-commerce. Merujuk dari pengeritannya e-commerce adalah jual beli atau transaksi bisnis yang dilakukan menggunakan media elektronik sebagai media perantaranya. Media elektronik disini meliputi internet, telepone, e-mail, telepone selular, PDA dll.
Pengamatan saya tentang e-commerce pada show room ARZU MAJU MOTOR adalah menganalisa penggunaan media internet sebagai sarana berjualan. ARZU MAJU MOTOR sendiri adalah show room mobil bekas yang beralamat di Jln. Pahlawan Revolusi No.25 KLender – Jakarta Timur. Bagaimana pemasaran produk yang ada dan mengenalkan lokasi tempat berjualan. Model bisnis yang di jalankan oleh show room ARZU MAJU MOTOR adalah B2C dan B2B untuk ketentuan tertentu. Pada B2C show room ini langsung menjual produknya pada calon konsumen langsung tanpa perantara lagi. Untuk B2B show room ini juga bisa menjadi sarana perantara antara pedangan ke pedagang. Dimana seorang pedagang lain menggunakan jasa show room ini untuk mencari barang yang di butuhkan oleh pedagang tersebut untuk di jual kembali.
Penggunaan internet sebagai media promosi dalam menawarkan produk-produknya di nilai cukup efisien di banding dengan menggunakan media koran yang umum di gunakan dalam berpromosi. Promosi lewat media internet memberikan banyak kesempatan yang lebih luas kepada calon pelanggan, karena sifat internet yang dapat di akses dimana saja sehingga menjangkau calon pelanggan yang luas. Informasi tentang kendaraanpun bisa lebih leluasa di informasikan, dari mulai menceritakan dari mana asal usul mobil panjang pajak kendaraan yang akan berakhir dan seluk beluknya. Foto yang disertakan dalam beriklan juga salah satu nilai plus yang di dapat jika beriklan dengan internet. E-commerce dalam beberapa kasus di ceritakan tidak memiliki wujudnya hanya website seperti amazon.com yang tidak memiliki store khusus dalam menjual produk-produknya. Dalam kasus ARZU MAJU MOTOR memiliki bentuk fisiknya sebagai sarana calon pembeli melihat-lihat barang yang akan di belinya.
Lalu muncul pertanyaan apakah bisa show room ARZU MAJU MOTOR bisa menggunakan e-commerce 100% dalam menjalankan bisnisnya? Jawabnya tidak. Beberapa kasus yang saya temui sifat orang asia dalam memberi barang atau produk tertentu selalu melakukan penawaran, memegang barang yang dibeli, melihat langsung barang yang ingin di beli dan berbagai macam interaksi fisik. Sehingga jika menerapkan e-commerce 100% dalam show room ini hampir tidak mungkin karena typical orang indonesia adalah seperti yang di sebutkan di atas. Mereka dalam membeli barang memegang barangnya, menawar harganya bertanya-tanya tentang barang yang akan di beli. Alasan barang second juga menjadi alasan kuat mengapa show room ini tidak dapat menerapkan e-commerce 100%. Dalam membeli barang tangan kedua biasanya harus disertai dengan pengamatan dengan seksama sehingga saat berada di tangan yang membeli, pembeli puas dengan apa yang mereka beli. Seperti pepatah membeli kucing dalam karung, pembeli tahu benar barang apa yang dia beli.