Dan kini saya akan coba membahas salah satu tools marketing yaitu permission marketing, permission marketing adalah metode pemasaran yang meminta izin kepada costumer untuk menerima iklan promosi tanpa terganggu. Permission marketing di populerkan oleh Seth Godin yang menulis buku turning strangers into friends, and friends into customers. Dalam prakteknya permission marketing biasanya menggunakan media e-mail, telepone atau internet. Contohnya Virgin Mobile di Amerika tahun 2007 lalu. Operator seluler ini menawarkan pengguna untuk memilih antara menerima iklan SMS atau melihat iklan video 45 detik ketika browsing Internet di ponsel mereka. Sebagai imbalan, mereka mendapatkan talk-time gratis selama 1 menit. Dan bagi mereka yang mau mengisi kuesioner online akan mendapatkan tambahan talk-time gratis selama 5 menit.

Pertanyaannya adalah kenapa permission marketing di butuhkan dalam perusahaan B2C?

Perusahaan B2C(business to costumer) biasanya mengincar costumer sebagai target marketnya untuk memasarkan produknya. Setiap costumer mempunyai privasi atas dirinya maka perusahaan yang melakukan permission marketing jika ajakannya di ignore perusahaan tersebut tidak dapat melakukan apa-apa. Ini menunjukan bahwa sekarang costumer sebagai subjek bukan lagi objek, semua pihak berdiri sejajar. Perusahaan harus dapat merebut hati costumer agar dapat melakukan permission marketing yang tepat agar perusahaan tidak menjadi interruption marketing yang mengganggu costumer. 

 

Jadi, perlakukanlah costumer sebagai subyek, sebagai manusia yang sama dengan Anda.