Uncategorized


Dan kini saya akan coba membahas salah satu tools marketing yaitu permission marketing, permission marketing adalah metode pemasaran yang meminta izin kepada costumer untuk menerima iklan promosi tanpa terganggu. Permission marketing di populerkan oleh Seth Godin yang menulis buku turning strangers into friends, and friends into customers. Dalam prakteknya permission marketing biasanya menggunakan media e-mail, telepone atau internet. Contohnya Virgin Mobile di Amerika tahun 2007 lalu. Operator seluler ini menawarkan pengguna untuk memilih antara menerima iklan SMS atau melihat iklan video 45 detik ketika browsing Internet di ponsel mereka. Sebagai imbalan, mereka mendapatkan talk-time gratis selama 1 menit. Dan bagi mereka yang mau mengisi kuesioner online akan mendapatkan tambahan talk-time gratis selama 5 menit.

Pertanyaannya adalah kenapa permission marketing di butuhkan dalam perusahaan B2C?

Perusahaan B2C(business to costumer) biasanya mengincar costumer sebagai target marketnya untuk memasarkan produknya. Setiap costumer mempunyai privasi atas dirinya maka perusahaan yang melakukan permission marketing jika ajakannya di ignore perusahaan tersebut tidak dapat melakukan apa-apa. Ini menunjukan bahwa sekarang costumer sebagai subjek bukan lagi objek, semua pihak berdiri sejajar. Perusahaan harus dapat merebut hati costumer agar dapat melakukan permission marketing yang tepat agar perusahaan tidak menjadi interruption marketing yang mengganggu costumer. 

 

Jadi, perlakukanlah costumer sebagai subyek, sebagai manusia yang sama dengan Anda.

Jika membaca judul di atas mungkin jadi teringat dengan salah satu lagu dari band The Beatles, hanya saja judulnya tanpa kata-kata internet di depannya. Internet belakangan ini makin menggeliat perkembangannya, penetrasi internet juga makin luas. Di tahun 2009 malah akan ada internet masuk desa yang di galakan oleh menkoinfo kita. Lalu apa hubungannya lagu The Beatles dengan internet? Saya akan coba runut perkembangan internet pada masa Dulu, Kini dan Nanti di indonesia khususnya. 

Dulu. . .

Pada saat awal masuknya internet di indonesia kecepatan koneksinya masih sangat terbatas sekali. Sehingga dalam mengaksesnya masih terbatas sekali hanya di beberapa tempat saja ini yang saya sebut dengan ‘here‘. Dulu mengakses internet hanya di lakukan di kantor saja atau di rumah saja itu juga kalau sudah mempunyai koneksi internet. Dan yang mempunyai akses internet masih beberapa kalangan saja.  Penetrasi komputer portable atau komputer jinjing dan konektifitas wifi pun masih sangat jarang di indonesia saat itu. Keadaan ini menjadikan internet masih sangat terbatas sekali penggunanya.

Sekarang. . . 

Internet sekarang sudah sangat pesat perkembangannya, kecepatan koneksinya juga makin besar bandwidthnya. Seperti yang saya sebutkan sedikit di atas internet sekarang sudah masuk desa, ini menunjukan bahwa internet makin besar penetrasinya. Internet sekarang aksesnya hampir bisa dilakukan di mana saja, cafe-cafe sekarang makin banyak yang menyediakan wifi gratis ini yang saya sebut dengan ‘there‘. Akses internet tak hanya di satu tempat saja seperti zaman dulu tetapi di tempat-tempat santaipun kita dapat melakukan akses internet.  Saat ini penetrasi dari notebook atau komputer jinjing pun makin besar di banding dengan PC. Secara standart rata-rata notebook atau komputer jinjing mempunyai feature wifi sehingga untuk mengakses internet dapat dilakukan tanpa harus menyambungkan kabel ke komputer. 

Nanti. . .

Masa depan dari internet di indonesia masih baru akan di mulai, ini di tandai dengan WiMax yang akan masuk ke indonesia. Sebenarnya WiMax sudah masuk ke indonesia hanya saja implementasinya masih belum merata dan masalah frekuensi WiMax itu sendiri. Dengan teknologi WiMax internet hampir bisa diakses dimana saja ini yang saya sebut dengan ‘everywhere‘. Teknologi WiMax memungkinkan pengguna internet melakukan akses hampir disemua tempat di kantor, di cafe, di mobil, sampai kembali lagi ke rumah dengan menggunakan koneksi yang sama. Memang ada teknologi internet mobile dengan menggunakan jaringan GSM sebagai media perantaranya, tetapi kecepatan koneksinya masih sangat terbatas dan jangkauan jaringan 3,5Gnya di beberapa tempat msh belum tersedia. Jika dibanding dengan kecepatan WiMax yang bisa sampai 70Mbps internet mobile kecepatannya bisa sampai 14Mbps untuk di beberapa tempat tertentu yang jangkauannya tidak jauh dari BTS. Kendala mahalnya harga juga masih menjadi masalah tersendiri untuk koneksi internet mobile. 

Begitulah perkembangan internet secara singkat, kedepannya internet akan makin mudah di jankau oleh siapa saja. Kemudahan mengaksesnya juga menjadi salah satu keunggulannya. Bahkan bukan tidak mungkin internet dapat di akses di luar bumi. Jadi selamat datang dunia tanpa batas.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang strategi yang digunakan glodok shop dalam menggunakan media website untuk melakukan proses e-business. Sedikit tentang glodok shop, glodok shop merupakan situs yang dimiliki oleh sebuah perusahaan elektronik di Glodok. Glodok Shop tidak memiliki showroom sebagai sarana pelanggannya untuk melihat barang yang di jualnya.

Di dalam dunia persilatan e-business (weleh-weleh bahasanya),  6 key strategic decisions. Saya coba melakukan pengamatan menggunakan PT GS Niaga Internusa atau yang biasa kita kenal dengan domain www.glodokshop.com sebagai objek.

1: E-business channel priorities

Strategi pertama adalah e-business channel priorities, glodokshop.com mengunakan teknik penggabungan antara transaksi online, offline, dan customer service. Dalam proses pemesanannya di glodokshop.com dapat memesan melalui website atau menelpon ke costumer servicenya dengan jam operasional: Senin-Jum’at 09.00-17.00WIB, Sabtu 09.00-13.00 WIB. Karena glodokshop merupakan murni berbisnis online shopping, tidak ada showroom. Tetapi para costumer bisa datang ke kantor glodokshop.com untuk memesan barang atau perihal after sales service.

2: Organizational restructuring and capabilities

Yang kedua dari 6 key strategic adalah organizational restructuring and capabilities, glodokshop.com melakukan teknik intregration. Selain itu, glodokshop.com juga melakukan kerjasama dengan biro-biro ekspedisi dalam mendukung distribusi barangnya.


3: Business, service, and revenue models

Kemudian pada business, service, and revenue models yang ada pada glodokshop adalah sebagai berikut. Glodok shop adalah retailer online yang menggunakan media website dalam menjajahkan produk-produknya. Produk pada glodok shop tidak di produksi oleh glodok shop melainkan produsen yang bersangkutan yang bekerja sama dengan pihak glodok shop. Dalam proses penjualan yang dilakukan oleh glodok shop, pihak glodok shop mendapat keutungan atau komisi dari produk-produk yang mereka jual. Harga di glodok shop adalah tetap sehingga harga yang di tawarkan merupakan harga pasti yang tidak dapat di tawar. Harga tersebut dapat berubah-ubah tergantung dari harga dollar yang berfluktasi, karena glodok shop untuk beberapa item menggunakan acuan dollar sebagai harganya.

4: Marketplace restructuring

Dalam pembahasan marketplace restructuring akanz dibagi menjadi 2 sisi, yaitu sell-side dan buy-side.

  • Sell-side: glodokshop.com merupakan toko online yang menjual barang-barang elektronik dari vendor terkemuka. Transaksi terjadi di website glodokshop.com atau menggunakan costomer services, walaupun pembayarannya dapat dilakukan secara online maupun offline atau yang sering di sebut dengan COD (cash on Delivery). Costumer juga dapat memesan langsung ke kantor glodokshop untuk melakukan pemesanan.
  • Buy-side: dalam buy-side, produk-produk yang ada pada glodokshop.com diambil langsung dari dealer-dealer ataupun produsennya langsung.


5: Market and product development strategies

Dalam market and product development strategies glodokshop.com memiliki beberapa warehouse dalam menunjang pengiriman barang yang di pesan oleh costomer. Warehouse dari glodokshop terletak di Glodok, Fatmawati, Kramat Jati, Ciputat, Cileduk, dan Depok. Jika ada costomer yang berada dekat dengan warehouse tersebut maka barang yang dipesan oleh costomer dapat dengan cepat di antar. Jika costumer membeli barang dalam jumlah 3 unit atau lebih akan diberikan diskon. Besarnya diskon bervariasi antara satu barang dengan lainnya.

6: Positioning and differentiation strategies

Yang ke 6 dari 6 key strategic adalah Positioning and differentiation strategies, pilihanya adalah Product performance excellence, Price performance excellence, Transactional excellence, dan Relationship excellence. Product performance excellence: Glodokshop.com dapat melakukan penggabungan produk satu dengan yang lain. Contohnya jika glodok shop menawarkan camera digital maka perangkat lainnya seperti memori atau softcase buat camera digital dapat di sertakan dalam penjualaanya. Transactional excellence: Transaksi di glodokshop.com dapat dilakukan secara cash ataupun credit. Credit bisa di berikan oleh corporate maupun perorangan dengan persyaratan tertentu. Relationship excellence: dalam menjaga costumernya glodokshop.com dapat membuat database pelanggan yang telah bertransaksi dan memberikan testimoninya. Pemberlakuan sistem member juga dapat dilakukan sehingga dapat dengan mudah pihak glodokshop.com memonitor aktifitas pelanggannya dalam bertransaksi.


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!